Aktivis HAM Desak Pemerintah RI, Bebaskan 3 Nelayan Aceh Penyelamat Rohingya

Aceh ~ Media As ~ Aktivis HAM Aceh, Ronny Hariyanto, mendesak pemerintah republik Indonesia untuk menyelamatkan pengungsi Rohingya di tengah laut pada tahun 2020 lalu dinyatakan oleh Majelis Hakim PN Lhoksukon, Aceh Utara. 


Sebagaimana sebelumnya, dalam sidang pamungkas yang berlangsung secara virtual Senin (14/6/2021), Majelis Hakim menyebutkan untuk pelanggaran Pasal 120 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 tahun 2011 tentang Keimigrasian JunctoPasal 55 KUHPidana. 


Ketiganya dalam kasus ini dihukum masing-masing 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta, subsidi satu bulan kurungan. 

  

Mereka adalah bernama, Faisal Afrizal (26) warga Desa Ulee Rubek Barat Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Abdul Aziz (31) warga Desa Gampong Aceh Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, dan Faisal Afrizal (43) Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya, Aceh Utara .


"Kita manusia mendesak pemerintah agar mereka segera dibebaskan atas dasar kemanusiaan bukan hanya untuk kewi karena apa yang mereka lakukan dilakukan karena ada panggilan hati nurani dan rasa kemanusiaan, karena menyaksikan hidup puluhan manusia terancam akibat terombang - ambing di tengah lautan luas dalam kondisi menggenaskan tanpa kepastian masa depan," kata Ronny, Jumat 18 Juni 2021.


Dia berharap, jika sudah tidak ada upaya hukum untuk tiga nelayan Aceh yang terpaksa mendekam di penjara itu setelah apa yang mereka lakukan demi menyelamatkan hidup para pengungsi tersebut.


Maka kami akan melakukan koordinasi dengan Komnas HAM, demi hak hidup bagi setiap orang adalah Hak Asasi Manusia yang harus, dan itu diatur secara internasional dan juga dijamin oleh konstitusi di negeri ini, yang tidak dapat dilanggar oleh siapa pun atas alasan apapun.


 "Hal itu bisa menjadi pertimbangan Pemerintah pusat, Provinsi, dan bagi kita semua atas apa yang mereka lakukan demi menyelamatkan hidup umat manusia dari belahan dunia lainnya yang terancam itu dalam hal ini pengungsi Rohingya," tandas putra Idi Rayeuk berdarah Aceh - Minang yang dikenal sangat fokus pada isu-isu sosial diantaranya tentang kemiskinan, gerakan, demokrasi dan Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut.


Menurut Ronny, ada kalanya urusan kemanusiaan dapat melampaui hukum manapun di setiap negara di muka bumi ini. Dia menilai setiap orang seharusnya tidak dapat dihukum karena dirinya ingin menyelamatkan hidup orang lain yang terancam, apalagi kisah Rohingya merupakan tragedi kemanusiaan yang amat memilukan di dunia hanya beberapa waktu belakangan ini. 


Harusnya para nelayan itu tidak dihukum karena niatnya ingin menyelamatkan hidup manusia yang sangat memilukan itu, meski mungkin ada kesalahan lainnya yang mereka lakukan Rohingya itu. Lagian bicara kasus keimigrasian di negeri ini apa hukum sudah benar-benar terbukti semuanya, buktinya para koruptor Biasanya bisa melenggang ke luar negeri, banyak juga kasus lainnya, apa sudah benar penegakan hukum selama ini di negeri ini," cetus Ketua Forum Pers Independen Indonesia (FPII) Provinsi Aceh itu.


Dia berharap seluruh elemen masyarakat, khususnya masyarakat Aceh, terutama para praktisi hukum, Pers dan LSM, serta mahasiswa memberi perhatian khusus atas masalah tersebut.


Lebih Lanjutnya, Kita berharap seluruh elemen masyarakat di Indonesia, terutama masyarakat Aceh, praktisi hukum, media dan LSM serta dapat memberi perhatian dan upaya lain untuk mahasiswa banding tiga nelayan itu, seperti upaya atau kasasi.


"Apalagi, ketika memancing kita ditangkap di luar negeri semuanya sibuk bekerja keras, ini di dalam negeri malah dipenjarakan, meski apa yang mereka lakukan melanggar hukum, tapi perlu diingat bahwa ada nilai kemanusiaan yang harusnya berada lebih tinggi dari semua itu, " pungkas alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya.(MA/6).